Minggu, 25 Juli 2010

MANAJEMEN KONTRAK

                                             Peran dalam Industri Konstruksi
 Sunting : Tinta Mas

                          Pada masa  kini ketidaksesuaian yang dapat menimbulkan konflik diprediksi akan semakin banyak dalam Proyek-proyek Konstruksi baik kecil maupun besar , dimana setiap individu atau kelompok yang tergabung dalam pelaksanaan proyek akan cenderung lebih agresif untuk melindungi serta menuntut haknya, bahkan terbuka kemungkinan dari sebagian pihak untuk memanfaatkan kelemahan dari satu bentuk kontrak yang telah disepakati bersama.Oleh karena itu peningkatan peran manajemen kontrak dalam pengawasan pelaksanaan ,ketetapan, perjanjian, kesepakatan ,serta aturan -aturan yang berkaitan dengan penanganan konflik pada proyek berskala besar sangat diperlukan pada saat ini.

                                                    Managemen  Kontrak

                          Manajemen ontrak berkaitan dengan kesepakatan pendanaan proyek, kesepakatan pemasaran , kontrak dengan kontraktor , kontrak dengan supplier matrial, seluruh konsultan yang terlibat dalam pelaksanaan , dan selanjutnya dengan para pemakai /tenant.
Proses manajemen tidak akan berhenti setelah disepakatinya sebuah kontrak , tapi selama berlangsungnya proses pekerjaan fisik, pengawasan,masa retensi,operasional serta penjualan ,penyelesaian ketidaksesuaian yang terjadi ,kendala-kendala yang timbul selama masa tersebut juga termasuk menjadi tanggung jawab manajemen kontrak.sehingga bisa dilihat bahwa pemilihan strategi kontrak , spesifikasi serta proses persiapan kontrak harus dipersiapkan serta di implementasikan dengan keahlian yang baik sebagai bagian dari sistem project delivery . Dari gambaran diatas dapat dilihat besarnya perhatian yang harus dicurahkan yang harus dicurahkan terhadap penyelesaian konflik dan masalah yang akan timbul dengan dukungan proses manajemen kontrak yang baik demi kelancaran kelangsungan proyek serta melindungi segala kemungkinan dari semua pihak.
                                                          Konflik Dan Solusinya

                           Salah satu bagian dari menejemen kontrak adalah melaksanakan pengawasan serta mengarahkan konflik menjadi satu keadaan untuk menerapkan menejemen konflik, sesuai para pakar dimana konflik disati sisi bisa memberikan suatu keuntungan bagi individu maupun group ataupunsatu organisasi menejemen karena dapat menghasilkan satu bentuk informasi baru yang akan meningkatkan mutu dalam proses pengambilan keputusan.demikian juga konflik dapat merusak proses menejemen  yang sedang berjalan. pada sisi ini sifat dari konflik adalah mendua serta dapat membuat lemahnya sebuah keputusan yang dihasilkan oleh menejemen dalam sebuah organisasi, atau lebih parah lagi dapat membuat bubarnya satu kelompok kerja yang pada akhirnya dapat menggagalkan usaha yang sudah dirintis bersama. dilain pihak konflik juga dapat berguna bagi satu bentuk perkembangan atau peningkatan hasil yang lebih baik dari yang dibayangkan sebelumnya.
Dalam pelaksanaan menejemen kontrak, penanganan konflik yang timbul sebaiknya dikelompokkan jenis pemicunya , konflikdapat timbul disebabkan oleh kompetisi antar grup atau divisi dalam satu organisasi walaupun reward system yang diterapkan sudah cukup sportif dan terbuka. berikutnya konflik juga dapat timbul dikarenakan minimnya sumber-sumber yang membentuk menejemen dalam satu organisasi , sehingga mengakibatkan timbulnya konflik dalam usaha untuk mendapatkan sumber-sumber tsb. ketiga timbulnya konflik juga dapat dipicu oleh kinerja individu yang tergabung dalam organisasi dengan keahlian fungsional yang baik, namun mempunyai kebiasaan sering mengesampingkan kontribusi yang datang dari bagian lainya dalam organisasi tersebut atau sering melakukan sebuah perbedaan atau tidak kompromistis.
                                      Konflik cenderung sering muncul pada level menejerial didalam lingkungan  industri konstruksi dan biasanya didasari oleh bagaimana bentuk sistem manajemen yang diterapkan. seperti dicermati proyek yang berorientasi teknologi , ketidaksesuaian dapat terjadi di bidang teknis ,technical trade off serta bagaimana untuk mencapai unjuk kerja yang baik.kedua konflik yang muncul  pada prosedur administrasi dalam sistem management by project dimana biasanya para menejer akan beradu argumentasi mengenai cara pelaksanaan menejemen proyek tsb.berikutnya adalah ketidaksepakatan yang muncul diantara individu dan lebih bersifat personality dari pada teknis. Dan terakhir , dikarenakan setiap pihak beranggapan bahwa dalam penempatan staf untuk tim proyek pada management by project tidak menghasilkan kesesuaian pendapat, baik yang berasal dari staf fungsional maupun dari fungsional departemen lain, maka kondisi ini dapat memicu timbulnya konflik yang bernuansa krisis Manpower Resources.
                                       Selain penyebab diatas , ada ditengarai 2 penyebab yang sering menimbulkan konflik, yang pertama kesalahan komunikasi yang memicu konflik ,karena menimbulkan keraguan dapat mengarah kepada kesalahan interpretasi.dan karena tak terarah akan menimbulkan kesan ketidakpedulian pada pihak lain. kedua , sifat dendam dan praduga yang akan menjadi sumber konflik. hal ini berasal dari kebiasaan yang muncul sebagai akibat dari pengalaman panjang serta pengetahuan yang didapat selama masa kerja. dari sekian banyak penyebab konflik.
Disamping pemakaian cara-cara persuasif atau pendekatan hirarkis organisatoris antar setiap level menejerial, biasanya ada tiga cara yg umum dilakukan dalam proses penyelesaian konflik secara profesional. pertama dengan cara mengembangkan serta memperluas satu proses dari negosiasi . Cara ini biasa disebut Mediation, bentuk cara ini melibatkan keturutsertaan dari pihak ketiga yang netral dan diterima kedua bela pihak. Kedua dengan cara negotiation atau kompromi dan rekonsiliasi dengan dipandu oleh pihak ketiga yang ahli dalam masalah konflik. Cara terakhir disebut Arbitration ,yaitu penyelesaian konflik dengan cara melibatkan satu badan resmi bukan perorangan yang tidak berpihak untuk menyelesaikan konflik .hal yang dilakukan oleh badan tersebut antara lain dengan memakai tata cara mediation dan negotiation diatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar